Bagaimana Proses Pengaspalan Jalan Raya? Simak Informasinya Berikut Ini!

Seringkali kita melewati jalanan aspal yang halus, sehingga membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Tapi, untuk menghasilkan kondisi jalan yang halus tanpa lubang, dibutuhkan proses pengaspalan jalan raya yang panjang saat pembuatannya.

Proses pengaspalan Jalan Raya tentunya membutuhkan perencanaan yang matang sebelum pengeksekusiannya. Hal ini demi terbangunnya jalan yang berkualitas dan tidak mudah rusak ketika di gunakan. Lalu, bagaimana proses pengaspalan yang baik? Berikut ulasannya.

Tahap Dalam Pengaspalan Jalan Raya

Membuat jalan raya yang berkualitas tidak bisa di lakukan dalam waktu singkat. Ada tahapan awal hingga tahapan akhir dalam pembangunan sebuah jalan. Selain itu, adanya biaya aspal jalan juga menjadi hal yang harus diperhatikan sebelum proyek dimulai. Berikut tahapan pembuatan jalan aspal:

1. Melakukan Pemetaan Jalan

Tahap sebelum di lakukannya pengaspalan pada jalan yaitu membuat pengukuran pada badan jalan, sehingga pengerjaannya bisa sesuai dengan ukuran yang telah dihitung.

2. Melakukan Pembersihan Pengaspalan Jalan Raya

Jika proses pemetaan telah selesai, selanjutnya yaitu melakukan pembersihan pada jalan yang akan diaspal. Pembersihan tersebut mulai dari menghilangkan rumput, akar, maupun lumpur dari jalanan.

3. Melakukan Pembentukan 

Setelah jalan bersih, maka tahap selanjutnya sebelum pengaspalan jalan raya yaitu melakukan pembentukan di bagian jalan. Hal ini bertujuan agar tinggi, bentuk, dan belokan jalan sesuai dengan rancangan awal.

4. Pemadatan

Langkah selanjutnya dalam proses pengaspalan jalan adalah memadatkan jalan. Pemadatan jalan yang hendak diaspal itu dibantu dengan alat khusu untuk pemadatan.

5. Membuat Fondasi

Pembuatan fondasi terbagi menjadi dua bagian yaitu fondasi bagian bawah, di mana proses ini memerlukan batu yang dipadatkan oleh alat dan fondasi bagian atas dengan material aspal yang telah di lelehkan.

6. Pengaspalan Hotmix Jalan Raya

Apabila fondasi telah kuat, tahap berikutnya ialah mengaspal jalan dengan hotmix yang menggunakan bahan material seperti DC atau ATB.

7. Permukaan

Proses Pengaspalan Jalan Raya Selanjutnya yaitu membuat hamparan material aspal dengan menggunakan sebuah mesin seperti Tandem Roller atau jenis mesin serupa.

8. Proses Finishing

Setelah tahap pemadatan dan perataan selesai, proses pengaspalan pada jalan raya yang terakhir adalah pembuatan marka jalan agar jalan raya yang telah di aspal lebih bagus dan rapi.

Material dan Bahan Pengaspalan Jalan Raya

Hal terpenting dalam pembuatan aspal jalan raya adalah memperhatikan bahan-bahan material yang di gunakan. Kunci utama dari kuat atau tidaknya aspal adalah resapan airnya, sehingga diperlukan material yang baik dalam menahan air.

Umumnya, bahan-bahan yang di gunakan sebagai pondasi bawah adalah tanah liat koloidal, tanah lumpur, tanah liat biasa, pasir kasar, pasir halus, dan kerikil.

Namun, bahan yang paling baik di gunakan dalam proses pengaspalan jalan raya adalah pasir kasar, pasir halus, serta kerikil karena tidak menyerap air. Selain itu, bahan-bahan tersebut juga diklaim lebih kuat merekat sehingga dapat membuat aspal awet.

Tebal Lapisan Aspal yang Baik

Biasanya para pekerja akan menuangkan material pasir, kerikil, batu-batu kecil, dan aspal hingga beberapa kali. Hal ini di lakukan agar lapisan aspal semakin tebal, sehingga dapat menahan beban berat kendaraan yang melewatinya. Ada 3 lapis permukaan dalam pengaspalan, diantaranya:

1. Lapisan fondasi bagian bawah

Lapisan ini letaknya berada di bagian paling bawah atau di atas permukaan tanah. Umumnya, lapisan ini memiliki tebal minimal 6 cm.

2. Lapisan fondasi atas

Lapisan ini biasa di sebut sebagai laston lapis permukaan antara, karena terletak di antara dua lapisan lainnya. Umumnya, lapisan tengah ini memiliki tebal minimal 5 cm.

3. Lapis permukaan atau lapisan fondasi bagian atas

Lapisan ini di sebut juga sebagai laston lapis aus, karena lapisan ini bersentuhan langsung dengan ban kendaraan di jalan raya. Umumnya, lapisan ini mempunyai tebal minimal 4 cm.

Ketebalan dari tiga lapisan tersebut jika dijumlahkan adalah 15 cm. Namun, semakin tebal lapisan yang di gunakan, maka akan membuat jalan raya semakin kuat dan tahan lama.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *