Tips dan Trik Menggunakan Batu Alam untuk Dinding

Apakah kamu sedang berencana membangun sebuah rumah? Tentunya, kamu akan memilih bahan-bahan serta material yang terbaik untuk rumah. Misalnya pada dinding. Jika kamu ingin rumah terkesan elegan, cobalah untuk menggunakan batu alam.

Salah satu jenis batu yang tengah populer adalah batu alam. Selain itu, material batu alam untuk dinding juga populer di kalangan masyarakat. Karena salah satu ciri dari batu alam adalah keras dan tidak mudah hancur.

Batu alam untuk dinding cocok bagi kamu yang tidak ingin memiliki rumah yang terkesan ramai, singkatnya kamu ingin membangun rumah secara sederhana. Selain itu, batu alam juga sering digunakan untuk bahan bangunan rumah, terutama pada proses penyelesaian akhir (finishing).

Berikut, akan diulas serta dijelaskan mengenai batu alam untuk dinding. Mulai dari jenis-jenis batu alam untuk dinding, kekurangan serta kelebihan, hingga cara memasang batu alam untuk dinding di rumah.

  • Batu alam adalah salah satu jenis material rumah yang sederhana. Terutama banyak jenis batu alam untuk dinding.
  • Salah satu kelebihan batu alam adalah ukurannya fleksibel. Sedangkan kekurangannya adalah warna yang tidak bisa seragam.
  • Beberapa jenis batu alam untuk dinding yakni batu andesit, batu sabak, dan batu candi.

Batu Alam untuk Dinding

Sebelum masuk ke dalam pembahasan batu alam untuk dinding, apakah kamu tahu apa itu batu alam? Batu alam dapat didefinisikan sebagai jenis batuan yang berasal dari alam, dengan berbagai proses pembentukan. Biasanya, batu alam ini digunakan untuk pembangunan konstruksi bagian atau untuk dekoratif, baik dalam bagian interior maupun eksterior bangunan rumah.

Jika kamu bertanya darimana batu alam berasal, batu alam terbentuk secara alami. Batu alam merupakan bahan yang menyusun kerak bumi dan agregat mineral-mineral yang telah mengeras. Mengerasnya batu alam diakibatkan oleh proses secara alami seperti, mengendap, membeku, pelapukan dan adanya proses kimia.

Batu alam biasanya digunakan sebagai ornamen dinding rumah, dinding garasi, taman, teras, pilar, pelengkap ornamen dapur, kamar mandi dan sebagai aksesoris landscape. Biasanya batu alam dipakai dengan tujuan agar tampilan bangunan rumah tidak kaku, passive, lebih ramah, dan nampak lebih segar. Maka dari itu, kamu harus pintar untuk memilih batu alam yang benar sebagai elemen bangunan rumah.

Hal tersebut bertujuan agar kamu dapat menyeimbangkan komposisi rumah secara keseluruhan. Jika kamu ingin menggunakan batu alam untuk dinding, biasanya terbuat dari batu kali utuh atau pecahan batu cadas.

Terdapat beberapa jenis batu alam yang mungkin pernah kamu jumpai. Misalnya batu candi dari Jogja, batu palimanan dari Cirebon, batu marmer dari Tulungagung, batu andesit dari Magelang, batu singaraja dari Bali, batu piring (lempeng) atau disebut dengan batu Jember. Jenis batu alam tersebut diambil dan diolah sedemikian rupa untuk berbagai macam keperluan dan aktivitas, dimana jenisnya sangatlah beragam.

Manfaat Batu Alam

Setiap batu alam akan mengalami proses, hingga menjadi batuan. Ada batuan yang berasal dari magma yang membeku, ada juga batuan yang melapuk kemudian menjadi sedimen hingga kemudian mengeras menjadi batuan.

Ada juga jenis batuan yang telah terkena suhu dan tekanan yang tinggi, sehingga berubah susunan fisik dan kimianya. Batuan merupakan salah satu unsur yang membentuk bumi.

Seluruh batuan yang ada di bumi memiliki manfaat tersendiri untuk manusia, tergantung dari kebutuhannya. Contoh pemanfaatan batu alam yang sering digunakan yakni untuk keperluan interior bangunan atau mempercantik eksterior rumah.

Jenis Batu Alam Estetik untuk Dinding

1. Batu Andesit

Jenis batu alam yang sering digunakan untuk dekorasi dinding adalah batu andesit. Batu andesit merupakan batuan beku berwarna abu-abu gelap sampai cokelat, terdiri dari tekstur porphyritic (tekstur kasar) dan tekstur aphanitic (tekstur halus), serta mempunyai struktur tertentu.

Jenis batu alam tergolong paling populer untuk digunakan dalam pembangunan rumah. Tak hanya itu, batu andesit juga banyak digunakan untuk sektor konstruksi, terutama infrastruktur seperti sarana jalan raya, jembatan, gedung-gedung, irigasi, hingga bantalan rel kereta api.

Dalam sektor industri rumah tangga, batu andesit sering dimanfaatkan untuk kerajinan pahat, batu nisan kuburan, perkakas dapur, serta hiasan bangunan seperti air mancur dan batu tempel.

2. Batu Sabak

Jenis batu alam kedua yang biasa digunakan untuk dinding, adalah batu sabak. Batu sabak merupakan salah satu jenis batu alam yang sering disebut dengan batu alam kali. Batu sabak bisa dibelah menjadi lempengan yang tipis, sehingga mudah ditempelkan sebagai pelapis dinding rumah atau bangunan apa saja.

Batu sabak (slate) tergolong dalam batuan metamorf homogen berbutir halus, yang berafiliasi. Berasal dari batuan asal, yakni batuan sedimen bertipe menyerpih yang terdiri dari lempung atau abu vulkanik dan mengalami metamorfisme regional berderajat rendah. Batu ini adalah tipe batuan metamorf foliasi yang berbutir paling halus.

Selain itu, keunggulan dari batu sabak adalah batunya yang sangat kuat dan kokoh untuk digunakan sebagai pondasi bangunan. Batu sabak juga dipakai untuk membuat dinding pagar, pinggiran kolam ikan minimalis, pilar, hingga penghias taman kering.

3. Batu Candi

Jenis batu alam selanjutnya adalah batu candi. Meski terdapat banyak jenis batu candi, namun batu yang paling disukai untuk bahan pembuatan dekorasi rumah adalah batu candi Borobudur lava yang berwarna kegelapan.

Batu candi berwarna gelap memiliki densitas lebih besar, dibandingkan batu candi yang berwarna cerah karena kandungan ferro magnesiumnya lebih tinggi. Selain itu, batu candi yang berwarna gelap mampu menyerap panas lebih besar dibandingkan dengan batu candi yang berwarna cerah.

Penggunaan batu candi tak hanya mampu memberikan kesan alami dan etnik pada rumah, namun juga membantu memberikan nuansa dan hawa sejuk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa batu candi sangat cocok digunakan sebagai batu alam untuk dinding.

4. Batu Templek

Jenis batu alam yang satu ini dijuluki batu templek. Batu templek adalah jenis batu alam yang sangat fleksibel lantaran susunannya bersifat acak. Berdasarkan jenisnya, batu alam templek memiliki perbedaan motif atau pola dari setiap daerah.

Jenis batu alam templek ini cukup banyak diminati untuk dekorasi bangunan, karena menyajikan hasil akhir yang cantik. Batu templek juga memiliki tekstur yang padat dan keras. Sehingga cocok digunakan sebagai dekorasi eksterior maupun interior karena tahan terhadap cuaca, lumut dan jamur.

5. Batu Susun Sirih

Jenis batu alam yang kelima adalah batu susun sirih. Susun sirih merupakan teknik penyusunan bebatuan alam pada dinding. Biasanya, dalam batu susun sirih bebatuan alam yang digunakan berasal dari jenis andesit, palimanan, batu Purwakarta, dan batu cupang merah.

Jenis batu alam untuk dinding rumah ini dibentuk dengan cara menyusun kepingannya secara seragam. Setelah dipotong dalam berbagai variasi susunan, aplikasi batu alam dinding ini mempunyai kesan eksotis dan juga rapi. Batu susun sirih sering dipasang dengan batu alam jenis lainnya untuk mendapatkan kombinasi batu alam dinding yang lebih bervariasi.

Kelebihan Batu Alam

  • Terlihat natural, elegan, dan mewah.
  • Tidak cepat rusak.
  • Jika ada yang rusak, lantai batu alam tidak akan terlihat jelek.
  • Ukurannya fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Rumah dapat menjadi lebih berwarna.
  • Harga jual rumah akan jauh lebih mahal.

Kekurangan Batu Alam

  • Warnanya tidak bisa seragam, namun di situlah keunikannya.
  • Memiliki pori-pori yang besar, sehingga harus ditutupi dengan bahan khusus tambahan.
  • Penggunaan batu alam pada dinding harus memperhatikan struktur bangunan.
  • Materialnya cenderung berat, sehingga saat distribusi dan pemasangan cukup ribet.
  • Harganya lebih mahal dibandingkan dengan keramik.

Inspirasi Warna Batu Alam untuk Dinding Agar Estetik

1. Warna Sand yang Terkesan Elegan

Salah satu solusi yang dapat kamu lakukan adalah memasang granit dinding batu alam dengan warna sand. Warna ini terlihat elegan dan mampu mendominasi suatu area tanpa memberi kesan menantang. Didukung dengan desain permukaannya seperti sandstone dengan corak yang random satu sama lain. Dua corak yang akan terlihat jelas adalah corak serpihan pasir dan garis tipis.

2. Warna Batu Natural

Jika kamu memiliki dinding berbentuk persegi panjang dan disusun secara horizontal, ada baiknya menggunakan warna batu natural. Kamu dapat membentuk motifnya secara acak, ada yang lebih tua dari yang lainnya.

Sedangkan permukaan dinding memiliki tekstur seperti tumbled. Hal tersebut menjadikannya tampil lebih dinamis dan semakin memancarkan kesan alami. Warna batu natural yang dapat kamu terapkan adalah bone dan stone.

3. Warna Batu Bold atau Gelap

Bagi kamu yang gemar bercocok tanam di halaman belakang, warna batu alam bold cocok untuk diaplikasikan. Untuk menonjolkan koleksi tanaman hias, buatlah dinding dengan nuansa batu alam yang gelap. Warna dinding dapat kontras dengan warna tanaman.

4. Warna Batu Palimanan

Batu palimanan bisa dipasang pada berbagai ruangan, baik itu interior ataupun eksterior. Batu jenis ini memiliki warna terang dengan pori-pori besar yang mampu menahan paparan sinar matahari dan guyuran air hujan.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *