Bagaimana Proses Pengecoran di Dalam Air?

Teknologi pengecoran di laut tentu sangat berbeda dengan pengecoran dan darat. Untuk itu memerlukan beton khusus. ReadyMIX sebagai pemasok beton menggunakan ekspresi khusus yang sesuai dengan lokasi pengecoran.

Formulasi beton untuk dituangkan ke dalam air fokus pada fluiditas beton (fluiditas), kemampuan untuk memampatkan diri (self-consolidation), dan beton itu kohesi. Karena itu, jangan membasuh campuran semen dalam beton.

Berbagai proses pengecoran di air dan laut

1. Proses tabung tremy

Teknologi ini tidak hanya diterapkan pada pengecoran di darat tetapi bisa dilakukan di laut. Teknik ini digunakan saat menuangkan beton, yang cukup jauh.

Corong tremie berbentuk corong. Pada bagian bawah biasanya dihubungkan dengan tabung berdiameter 250 mm.

Proses kerja dimulai setelah pengecoran campuran beton dalam corong yang telah melewati dan melalui tabung daerah pengecoran yang diharapkan.

2. Metode pemompaan

Tahap kerja dari metode ini adalah memberi makan beton langsung ke posisi akhir. Pompa beton memiliki keunggulan efisiensi pengoperasian dengan waktu dan persyaratan kerja yang minimal.

3. Injeksi dengan katup hidro katup

Teknologi pengecoran laut dengan hydro valve membutuhkan pipa nilon berdiameter 600 mm. Cocok untuk menginjeksi beton ke dalam air atau laut. Di bawahnya terdapat silinder yang berfungsi sebagai pelindung pipa. Katup hidrolik seperti tremetube yang membawa beton segar melalui tabung ke dalam air.

4. Cara menghindari kehilangan beton

Rahasianya adalah mengisi kantong dengan beton segar. Fungsinya untuk memudahkan dalam menuangkan air.

Untuk menghindari kehilangan beton, 10 m ditambahkan ke dalam campuran beton. Tas harus terpasang kuat sebelum dimasukkan ke dalam air. Karena dilakukan di bawah air, maka proses konstruksinya membutuhkan penyelam.

Bagian dari struktur pengecoran air

1. Konstruksi Caisson

Pondasi caisson biasa dipakai untuk menahan beban bangunan dan struktur seperti Bangunan di atas laut, danau, dermaga, atau rawa. Ini dirancang untuk memompa air dan menjaga area tetap kering.

Teknik pengecoran ini sangat efektif dalam membangun jembatan dan menara di seberang laut. Tujuannya adalah untuk mendukung beban desain dan mempertahankan keadaan stabil sambil mempertahankan beban.

Pembuatan caisson dimulai dari menggali tanah sampai ditemukan tanah yang keras. Setelah itu diisi dengan beton bertulang. Karena struktur bersifat permanen, maka dibangun ke dalam pengecoran dan tidak perlu mendefinisikan ulang desain struktural.

2. Konstruksi Cofferdam

Berbeda dengan Caisson, pembangunan Cofferdam bersifat sementara. Itu dibangun ke dalam atau di dermaga sehingga beberapa struktur terlihat di atas permukaan air. Ini dirancang untuk memompa air dan menjaga area tetap kering.

Umumnya, struktur baja yang dilas dengan komponen tiang pancang dan pengikat bresing. Itulah artikel yang membahas tentang bagaimana proses yang digunakan untuk pengecoran di dalam air.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *